Wednesday, February 08, 2006

jimat

'barang mung siji kudu dirumat', itu yang menjadikan kata2 jimat itu berarti. ada unsur sakralnya, unsur psikologisnya dan unsur posesifnya. saya mempunyai teman yang suka sekali pakai topi kemanapun perginya. dan pada saat memakainya, kalo dipehatikan dengan serius akan kelihatan bagaimana cara dia memakai topinya itu. sambil di-gosok2an dikepalanya topi tersebut selama dua sampai tiga kali, kemudian 'disarungi' kepalanya dengan topinya itu. setelah itu baru tersirat muka kepuasan dalam memakainya ditandai dengan percaya dirinya menatap ke depan. saya dan mungkin 'dia' sudah menganggap acara memakai topinya itu kalo diperhatikan dengan seksama menjadi semacam 'ritual' yang harus dilakukan dengan amat sangat hidmat.

banyak hal yang oleh seseorang menjadi hal yang perlu dilakukan dengan hidmat, tapi ada juga yang melakukannya dengan amat sembrono dan ter-gesa2. orang kita kalo makan melakukannya dengan cepat, dan ritual mengunyahnya diakhiri dengan isapan rokoknya dalam2. saya lebih cenderung orang kita melakukan ritual merokok daripada disebut sebagai ritual makan. sedangkan kalo kita lihat orang2 barat sono melakukannya mungkin sampai 2 jam sendiri. kelihatan sekali bahwa ritual mengunyah makanan benar2 dinikmati.

No comments:

Post a Comment