Berikut kronologis kunjungan ke temen kantor di rs bhakti yudha depok:
1. dengan menumpang krl ekspress sebagai roker (rombongan kereta listrik) sejati, kami menuju depok, turun di depok langsung on foot ke rumah ngambil motor bebek jepun. dengan berbeban seberat mendekati 2 kwintal kami menuju rs bhakti yudha (ralat: bukan bhakti husada).
2. mendarat di helipad rs bhakti yudha trus menuju ke bougenville ruang IIB3. alangkah kagetnya di tempat tidur tidak orang dimaksud hanya papan nama yang salah satu tulisannya: diit ml.
3. belum hilang rasa kaget kami tiba2 si pasien muncul. beliau muncul dari luar dengan botol infus disimpan dibalik jaketnya untuk melanggar diit-nya (ml)
4. pantes aja dengan kebandelan si pasien, maka selang infus tidak mengalir, sehingga perlu temen saya untuk memperbaikinya
inilah kronologis hari ke dua kunjungan ke temen kantor.
1. sebagai roker sejati kami berangkat ke depok, sebelum ke tkp kami membelikan barang2 amanah dari kantor. setelah dapat semua barang, kami keranjangkan barang tersebut sebaik mungkin (kalo nggak boleh disebut: ditata ala kadarnya)
2. diberikan pilihan: naik kotak jepun apa naik sepeda jepun? dijawab: sepeda jepun aja, biar nggak macet. ternyata baru setengah jalan melangkah, hujan deres-res. takut waktu bezoek habis, kami terobos aja itu tirai hujan ke rs bhakti yudha. nyampe tkp, langsung temen mendahului ke ruang rawat, sedang sepeda jepun saya parkir dulu di hangar rs
3. sampai di koridor ruang rawat inap saya lihat temen dengan sedihnya menatap kosong ke teritisan air di pinggiran koridor ruang rawat inap. ‘kenapa? koq nggak masuk?’ tanya saya, ‘dia udah nggak ada’, jawabnya singkat. ‘maksudmu….?’
4. singkat cerita, demi untuk mengemban amanah dari kantor, kami langsung menuju ke kampong serab. melewati jalan kota kembang yang penuh dengan lobang (kalo nggak boleh dibilang ‘bulakan sapi lanang’) kami nyampe juga ke rumah si pasien. untungnya orang se-kampong-serab kenal semua sama si pasien sehingga ‘lebih memudahkan’ pencarian rumahnya.
5. ‘lo kenapa pulang? kemarin masih kurang bagus kondisinya?’. dia dengan santainya menceriterakan kejadian dari sore, malam hingga pagi hari kemarin.
6. sore hari ada chaos diluar kamarnya, dengan santai dia tengok keluar, ternyata seberang ruangannya ada yang … meninggal. beberapa menit kemudian dia keluar ruangan untuk … melaksanakan diit-nya yaitu merokok. dengan santainya dia merokok sambil nyender didinding takut ketahuan trantib. tiba2 terdengar bunyi gemuruh roda2 ranjang berjalan. secara reflek dia menengok ke kiri dan … terlihat jenazah yang didorong diselimuti kain putih dan bergoyang2 naik turun (pada saat ini si pasien memperlihatkan muka yang kosong, tengadah sambil mengangguk2 karena getaran ubin yang nggak rata)
7. jam 03.00 dinihari si pasien masih melek dengan muka ditopangkan di dagu karena belum sekejappun tidur. kesehatan dirinya dikalahkan oleh ketakutannya terhadap kejadian tadi sore. tekanan darahnya drop menjadi 90/50 mmHg. ‘aku harus pulang besok’ tekadnya.
No comments:
Post a Comment