menilik terjadinya euforia batik di negara tercinta, saya jadi teringat tentang sequel film yang berjudul 'east is east' yang saya pernah tonton beberapa bulan yang lalu. film ini diproduksi tahun 1999 diputar oleh 'channel 4' di inggris dengan mengambil setting tahun 1971 di daerah salford dekat manchester.
film itu menceritakan kehidupan masyarakat kalangan bawah di inggris tentang seorang pria imigran dari pakistan yang kawin dengan wanita asli inggris. konflik keluarga karena pertemuan budaya timur dan barat menjadi hal yang menarik sekali untuk dilihat. saya tidak akan menceritakan seluruh detail sequel tersebut sehubungan dengan judul tulisan ini, tapi saya akan menceritakan tentang satu sequel yang berhubungan dengan judul saya di atas.
pada salah satu adegan acara pelamaran ada kalimat yang terlontar tentang keberatan keluarga mempelai wanita yang melihat salah satu anak wanita dari keluarga mempelai pria yang memakai baju adat yang sangat 'modern' dibandingkan pakaian keluarga mempelai wanita. pembelaan dari pihak mempelai pria adalah bahwa pakaian itu dikirim bibinya langsung dari pakistan. kesimpulan dari sequel itu adalah bahwa kondisi masyarakat pakistani dinegaranya jauh lebih 'terbuka/modern' dalam hal berpakaian daripada kondisi masyarakat pakistani di inggris pada saat yang sama.
kalo dibandingkan dengan persoalan batik ini, saya menemukan hal yang kurang lebih sama situasinya dengan hal yang saya tuliskan di atas. masyarakat malaysia (baca: imigan dari indonesia) sangat mencintai budaya leluhurnya sehingga mereka bahkan lebih 'indonesia' daripada masyarakat indonesia sendiri di tanah air. mereka lebih mengagungkan budaya leluhur (contoh: batik, wayang kulit dsb) daripada masyarakat di indonesia. masyarakat di indonesia mulai meninggalkan budaya yang dianggapnya telah usang dan diganti dengan budaya2 serapan dari negara/daerah lain.
saya yang pada saat ini tidak berada di negeri tercinta juga sangat merasakan yang mendalam arti 'dari cinta budaya leluhur' itu. saya sangat menghargai setiap acara2 yang diselenggarakan yang berhubungan dengan keindonesian di tempat saya berada pada saat ini. saya sangat menikmati acara lebaran kemarin makan ketupat beserta opor ayam, rendang daging dan sambal goreng kentang bikinan istri teman lebih dari pada saat saya berada di negeri tercinta. saya sangat menikmati memakai kopyah buatan indonesia pada saat sholat ied di kampus bersama dengan teman2 bangsa lain yang memakai pakaian khas mereka.
saya ikut berbahagia kepada masyarakat kita yang telah 'menemukan secuil jati dirinya' kembali. mudah2an apresiasi dalam bentuk euforia itu menjadi tonggak 'real kebangkitan indonesia' yang baru.
No comments:
Post a Comment