dalam sebuah diskusi non formal dengan salah satu kader partai dalam rangka pemilu legislatif yang lalu (you knowlah partai yang suka diskusi door to door), temen saya menanyakan tentang satu hal: 'saya sudah denger tentang hebatnya partai anda, yang pengin saya tahu apa sih kelemahan partai anda yang sudah anda bangga2kan itu?'. saya tahu bahwa si kader partai tersebut sudah dibekali dengan segala pertanyaan yang mungkin timbul dan segala jawaban yang terbaik yang telah dipersiapkan, sampai ke referensi dan referee kader terbaik mereka apabila diperlukan. tapi tak pelak pertanyaan itu sangat mengagetkan buat saya apalagi si kader partai tersebut.
dalam konteks analisa SWOT, hal tersebut tentu sangat berguna untuk dilakukan, tapi analisa ini kelihatannya terlewatkan sehingga jawaban dari si kader tersebut terkesan asal saja. pada sisi grassroot para kader disuguhkan dengan model2 ideal berdasarkan prinsip2 agama, tapi saya melihatnya pada sisi pucuk pimpinannya ada kesan terburu2 untuk segera memetik buah kekuasaan itu.
ibarat pohon baru berbuah, belum siap petik, partai ini telah 'diijonkan' oleh pemiliknya, sehingga tidak memiliki posisi tawar yang bagus pada kancah dagang politik. beberapa hal bisa anda lihat pada pergulatan politik pada minggu2 ini. kekecewaan demi kekecewaan telah mereka petik dan pada puncaknya adalah pada minggu ini pada saat pembentukan kabinet.
para kader pada posisi grassroot telah melaksanakan tugasnya dengan 'baik' ditingkat pemilihan legislatif dengan peningkatan perolehan kursi di legislatif, tapi kader puncak tidak cukup menindaklanjuti kesuksesan pada kader di level grassroot. saya percaya dengan statemen saya ini karena saya melihat para kader dan simpatisannya telah ikut melaksanakan tugasnya dengan dukungan minimal dari para pimpinan kader, kalo dibandingkan dengan partai lain yang semata2 hanya mengandalkan 'jualan' para pimpinan kader partai yang lain tersebut.
nah, mungkin sudah 'terjawab' pertanyaan temen saya tadi tentang kelemahan partai potensial ini. saya memandang tentang perlunya 'check n balance (baca: oposisi)' yang baik pada pemerintahan yang akan datang sehingga bisa lebih memacu laju pertumbuhan segala aspek kehidupan berkebangsaan negara tercinta kita, sekaligus sebagai partai masadepan yang kuat dan solid. amiin.
No comments:
Post a Comment